Kenali Penyakit Akibat Gangguan Syaraf Pada Anak

info-sehat.com – Seperti yang kita tahu bahwa gangguan syaraf bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali pada anak. Hal ini menjadi suatu kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Ketika sistem syaraf terganggu penderita akan kesulitan bergerak, berpikir, berbicara, menelan dan kondisi terparahnya yaitu kesulitan bernafas hingga hilang ingatan.

Pada umumnya sistem syaraf manusia terbagi menjadi dua bagian yaitu sistem syaraf pusat dan sistem syaraf tepi. Sistem syaraf pusat terdiri dari otak dan syaraf tulang belakang. Sedangkan sistem syaraf tepi terdiri dari serabut syaraf yang berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ degan syaraf pusat.

Berbagai Penyakit Gangguan Syaraf Pada Anak
ilustrasi Ibu dan Anak (pic: uncchildrens.org)

Secara garis besar, dua sistem syaraf tersebt memang berfungsi untuk mengontrol semua fungsi tubuh. Lalu, bagaimana ketika anak terserang gangguan syaraf? Apakah ada gejala tertentu yang terlihat jelas? Ketika gangguan syaraf menyerang anak-anak maka perubahan yang lebih signifikan terlihat yaitu tumbuh kembangnya.

Sistem Syaraf Pada Tubuh Manusia

Berikut ini type sistem syaraf pada tubuh manusia yang sebaiknya diketahui:

  1. Syaraf Otonom

Sistem syaraf yang pertama yaitu syaraf Otonom. Sistem syaraf ini berfungsi untuk mengontrol gerakan tubuh yang tidak disadari seperti detak jantung, pencernaan, pengaturan suhu tubuh serta tekanan darah.

  1. Syaraf Motorik

Sistem syaraf motorik berfungsi untuk mengontrol  gerakan yang mengirimkan informasi dari tulang belakang serta otak menuju ke otot.

  1. Syaraf Sensorik

Sedangkan type sistem syaraf yang terakhir yaitu syaraf sensorik. Sistem ini berfungsi untuk mengirikan informasi dari otot serta kulit ke otak dan tulang belakang. Informasi ini diproses yang nantinya akan merasakan sakit serta sensasi lainnya.

Nah itulah type sistem syaraf pada tubuh manusia yang sebaiknya diketahui, karna perannya yang begitu penting. Jika ada satu saja sistem syaraf yang terganggu maka akan mempengaruhi kinerja organ tubuh lainnya.

baca juga: Cara Mencegah Penyakit Difteri Pada Anak

Penyebab Gangguan Sistem Syaraf Pada Anak

Sebagai orangtua pastinya anda harus mengetahui apa saja faktor pernyebabnya seperti :

  • Faktor keturunan seperti penyakit charcot-marie-tooth dan penyakit
  • Perkembangan sistem syaraf yang tidak sempurna seperti spina bifida.
  • Penyakit pada pembuluh darah otak seperti halnya penyakit
  • Infeksi bakteri, parasit, virus atau jamur seperti
  • Terjadi kerusakan pada sel syaraf seperti penyakit alzheimer dan penyakit
  • Kanker
  • Cedera otak atau cedera tulang belakang.

Biasanya untuk mengetahui apakah buah hati terkena gangguan syaraf atau tidak, maka harus dilakukan diagnosis. Umumnya dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pemeriksaan neurologis, uji laboratorium seperti tes darah dan tes urine. Setelah dua tahapan tersebut selesai maka tahapan berikutnya yaitu pemindaian, uji genetik, biopsi, angiografi dan tahapan lainnya.

Mengenal Jenis Gangguan Syaraf Pada Anak

Gangguan syaraf atau gangguan neurologis merupakan suatu kondisi dimana sebagian otak atau sistem syaraf tidak bekerja sebagaimana mestinya. Jika gangguan syaraf menyerang anak-anak maka akan mempengaruhi perkembangannya baik itu secara fisik ataupun psikologis. Berikut ini jenis gangguan syaraf pada anak yang prlu diketahui:

  1. Spina Bifida

Jenis gangguan syaraf pada anak yang pertama spina bifiada. Gangguan ini terjadi ketika tulang belakang serta sumsum tulang belakang tidak terbentuk sempurna. Kondisi ini biasanya merupakan bawaan lahir serta bisa terjadi sampai anak berusia bangku sekolah dasar.

Anak yang terkena gangguan syaraf ini akan mengalami gagal kembang tabung syaraf sebagian. Kondisi ini memang bisa tergolong ringan dan bisa juga sangat parah tergantung jenis kerusakan, lokasi, komplikasi dan ukuran.

  1. Epilepsi

Epilepsi sendiri merupakan gangguan sistem syaraf yang ditandai dengan kejang-kejang berulang kali. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak normal di otak bisa disebabkan karena keturunan, masalah pada otak serta cedera pada kepala.

Jika seorang anak terkena gangguan ini maka bisa menyebabkan masalah pada kemampuan mengendalikan otot, memori, gangguan belajan dan kemampuan bahasa.

Epilepsi pada anak menjadi salah satu gangguan syaraf pada anak yang memiliki gejala bervariasi seperti hilang kesadaran. Sedangkan gejala lainnya seperti tubuh kaku, mata berkedip cepat, dan gerakan tangan serta kaki secara tiba-tiba.

  1. Hidrosefalus

Sedangkan penyakit gangguan syaraf pada anak selanjutnya yaitu hidrosefalus. Kondisi ini terjadi saat anak mengalami penumpukan cairan bernama serebrospinal pada rongga dalam otak. Cairan ini akan mengalir lewat otak serta sumsum belakang yang kemudian diserap oleh pembuluh darah.

Tekanan cairan yang terlalu banyak akan menyebabkan rusaknya jaringan otak sehingga menyebabkan berbagai masalah.

Gejala ini biasanya mudah terlihat seperti ukuran kepala jauh lebih besar dari ukuran normal, terdapat bagian lunak yang menonjol pada kepala bagian atas, muntah-muntah, mata selalu tertuju kebawah dan sebagainya.

  1. Cerebral Palsy

Cerebral palsy merupakan satu kondisi dimana terdapat kelainan yang mempengaruhi otot, gerakan, kemampuan motorik anak dan syaraf. Kondisi ini juga sering disebut sebagai lumpuh otak yang disebabkan karena kerusakan otak sebelum bayi dilahirkan.

Beberapa gejala yang umum sering terjadi seperti otot terlalu kaku serta lemah terkulai, kurangnya koordinasi otot, gerakan lambat, kemampuan bicara lambat, produksi air liur berlebih dan masih banyak lagi.

  1. Autisme

Autisme atau gangguan spektrum autisme (GSA) merupakan kumpulan gangguan pada perkembangan dalam hal komunikasi, perilaku, dan interaksi sosial. Kondisi satu ini menyerang otak yang akan menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam memahami dunia disekitar.

baca juga Contoh Makanan Sehat Untuk Anak

Anak yang mengalami autisme cenderung mengalami keterlambatan dalam bermain, berinteraksi serta berbicara. Umumnya, anak yang memiliki gangguan ini mengalami beberapa tanda seperti tidak menanggapi saat dipanggil, tidak melakukan kontak mata dan mengeluarkan suara untuk menarik perhatian.

Tanda lain yang terjadi juga seperti tidak memiliki ketertarikan untuk berinteraksi, tidak mengerti arahan atau petunjuk yang diberikan dan mengalami kesulitan dalam mengutarakan sesuatu. Sebagai orang tua anda juga perlu khawatir ketika anak yang mengalami kondisi autisme mengalami hal seperti tidak mengoceh saat usia 12 bulan.

Tanda selanjutnya tidak ada kata-kata berarti saat usia 16 bulan, tidak mengucap dua kata saat usia 24 bulan, hilang kemampuan bahasa dan tidak menoleh saat dipanggil ketika usia 6 hingga 12 bulan.

Nah itulah 5 gangguan syaraf  pada anak yang perlu diketahui. Jadilah orang tua yang siaga ketika buah hati mengalami perubahan. Kenali gejala dan penyebabnya agar ketika ada terjadi perubahan pada buah hati, anda bisa langsung memeriksanya ke dokter spesialis untuk lebih memastikan kondisinya.

Recommended For You

info.sehat

About the Author: info.sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *